Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan

Apa Sih Sebenarnya Buku NOAH 6.903 Mil?


Usai mendapat rekor MURI dengan menggelar konser 2 Benua 5 Negara, grup band NOAH tak ingin melupakan sejarahnya tersebut. NOAH telah meluncurkan buku pertamanya yang berjudul "NOAH 6.903 Mil", Jumat (13/9) lalu.
Apa Sih Sebenarnya Buku NOAH 6.903 Mil?Tapi sebenarnya apa sih cerita dari isi buku tersebut? Memang buku ini berisi tentang kisah perjalanan Ariel, Uki, Lukman, Reza, dan David saat menjalani konser ke lima negara di dua benua dalam waktu 24 jam, namun lebih daripada itu buku ini berkisah tentang momen-momen penting konser NOAH saat berada di 2 benua 5 negara dalam 1 hari pada 16 September 2012 lalu.
Buku yang ditulis dengan gaya catatan harian ini, akan membawa kita pada suasana persiapan dan jalannya konser. Ketidakpastian izin Ariel karena masih berstatus bebas bersyarat, rumitnya mengurus visa di Australia, David yang mesti rajin minum obat, atau Ariel yang menolak memotong lagu di tengah konser adalah sebagian dari ilustrasi.
Akan ada juga pembahasan tentang perhitungan jarak tempuh yang paling real, sehingga mampu dicapai selama 24 jam.
Buku yang dicetak dalam edisi eksklusif sebanyak 693 eksemplar itu hanya dipasarkan melalui beberapa toko-toko buku pilihan. Sertifikat khusus pun disematkan untuk setiap pembaca yang setia mengikuti perjalanan karir Noah. Penasaran, beli saja di toko buku terdekat.

Noah 6.903 Mil Kisah Konser 2 Benua, 5 Negara

Noah Luncurkan buku pertamanya berjudul 6.903 mil yang bertempat di Gedung Arsip Nasional, Gajah Mada, Jakarta Pusat, Jumat (13/9). Setebal 232 halaman, isi buku tersebut tentu saja spesial. Banyak cerita-cerita yang belum terkuak ke hadapan publik saat Noah memecahkan rekor kala itu.

BUKU NOAH“Ini adalah buku dibalik konser 2 Benua dan 5 Negara Noah. Dan buku ini berkisah tentang moment penting konser yang diselenggarakan dalam 1 hari pada 16 September 2012 lalu,” ucap perwakilan dari Musica Studio, Ibu Acin.
Buku ini menceritakan seluruh pengalaman Noah selama menjalani konser yang bermula di Melbourne, Hongkong, Kuala Lumpur, Singapura dan Jakarta. Lewat buku ini, potret perjalanan Noah juga ikut dirangkum.  ”Di buku ini 40 persen naskah, dan 60 persen gambar. Jadi Anda semua dapat melihat foto-foto dari kelima personel. Buku ini pun dicetak dalam edisi yang sangat eksklusif, hanya 693 eksemplar,” kata vokalis Noah, Ariel.
Dalam buku itu juga diceritakan kisah pemilihan nama band Noad. Karena banyak yang tahu bahwa sebelum memutuskan Noah sebagai reinkarnasi Peterpan, para personel mempunyai dua calon nama yang cukup unik. Yaitu, Raokin dan Tanaris. “Waktu itu lagi seru banget. Raokin itu artinya pangeran yang kelak menjadi raja, kalau Tanaris itu kaya tempat ngumpul kita di dunia web,” jelas Ariel.
Tak hanya meluncurkan buku, dalam kesempatan itu, Noah juga meluncurkan single keempat yang berjudul  Tak Lagi Sama.  ”Ya sebenarnya ini bukan dibarengin, kami memang sudah mengganti single-nya dengan yang lebih bagus sekalian, dan sekaligus memperkenalkan singel keempat saat ini. Dan lagu ini akan menjadi theme song di film dokumenter nanti,” ujar Ariel.

NOAH Resmi Luncurkan Buku 6.903 Mil Cerita di Balik Konser 2 Benua 5 Negara

Seperti janji NOAH , cerita perjalanan mereka selama menggelar konser 2 Benua 5 Negara itu akhirnya terdokumentasikan dalam sebuah buku berjudul "NOAH 6.903 mil".
Secara resmi, peluncuran buku yang ditulis oleh pengarang Candra Gautama itu disaksikan langsung para personil NOAH, bersama dengan Ibu Acin dari Musica dan penerbit KPG di Gedung Arsip Nasional, Jakarta pada Jumat (13/9).
Nggak ketinggalan Sahabat NOAH dari berbagai penjuru ikut menyaksikan buku bersampul hitam itu. Sebab, NOAH 6.903 Mil ini dianggap sebagai buku yang bisa menggugah semangat, keyakinan, dan kerja keras NOAH dalam meraih mimpi mereka.
"Saya sempat mengigau, nggak tahu sedang berada dimana kalau lagi  sama anak-anak NOAH ini. Meski sulit menyamakan waktu untuk wawancara mereka, tapi menulis buku ini menyenangkan. Adrenalin saya naik, seperti mereka yang masih semangat," kata Candra, selaku penulis dari buku kedua NOAH ini.
Sebelumnya, grup band asal Bandung ini sempat meluncurkan buku berjudul "Kisah Lainnya" (2010). Untuk membedakan buku pertama dan kedua ini, NOAH menyatakan kalau buku ini bukan hanya cerita tapi bukti dan dokumentasi dari apa yang sudah dilakukan NOAH dalam mencetak rekor menggelar konser di 2 Benua 5 Negara selama 24 jam.
"Nggak dipersiapkan kalau hasil konser itu bakal dibukukan. Belum kepikiran sampai sini waktu itu. Tapi kita yakin kalau kita melakukan sesuatu hal yang besar, jadi setiap perjalanan itu harus didokumentasikan, sesempat mungkin," kata Ariel mewakili band-nya.
Untuk itu, Uki, gitaris NOAH mengatakan buku setebal 220 halaman itu dianggap bisa merepresentasikan apa yang telah dilakukan NOAH selama melakukan perjalanan sejauh 6.903 mil.
"Sangat capek untuk bisa mendapatkan rekor itu. Tapi dibuku ini semoga bisa merepresentasikan perjalan NOAH sejauh 6.903 mil. Buku ini ada semangatnya, sama kayak perjalan baru kami, jadi karena ini semangat baru, makanya nggak kerasa capek," timpal Uki dan Ariel.
Tidak seperti buku sebelumnya, meski ada tulisan bergaya catatan harian, perjalanan konser NOAH ini lebih banyak mendokumentasikan gambar, dimana perbandingan tulisan dan foto-foto perjalanan mereka dari persiapan, konser hingga selesai itu adalah 60 persen gambar dan sisanya tulisan perjalanan ke Hongkong (China), Melbourne (Australia), Kuala Lumpur (Malaysia), Singapura, dan Jakarta.

NOAH Luncurkan buku "NOAH 6.903 mil"

NOAH Luncurkan buku
Cerita perjalanan mereka selama menggelar konser 2 Benua 5 Negara akhirnya terdokumentasikan dalam sebuah buku.

Buku yang berjudul "NOAH 6.903 mil", telah resmi dirilis dan disaksikan langsung oleh para personil NOAH, bersama dengan Ibu Acin dari Musica dan penerbit KPG di Gedung Arsip Nasional, Jakarta pada Jumat (13/9).

Tak ketinggalan Sahabat NOAH dari berbagai penjuru ikut menyaksikan buku karangan Candra Gautama. Sebab, NOAH 6.903 Mil ini dianggap sebagai buku yang bisa menggugah semangat, keyakinan, dan kerja keras NOAH dalam meraih mimpi mereka.

"Saya sempat mengigau, nggak tahu sedang berada dimana kalau lagi sama anak-anak NOAH ini. Meski sulit menyamakan waktu untuk wawancara mereka, tapi menulis buku ini menyenangkan. Adrenalin saya naik, seperti mereka yang masih semangat," kata Candra, selaku penulis dari buku kedua NOAH ini.

Sebelumnya, grup band asal Bandung ini sempat meluncurkan buku berjudul "Kisah Lainnya" (2010). Untuk membedakan buku pertama dan kedua ini, NOAH menyatakan kalau buku ini bukan hanya cerita tapi bukti dan dokumentasi dari apa yang sudah dilakukan NOAH dalam mencetak rekor menggelar konser di 2 Benua 5 Negara selama 24 jam. "Nggak dipersiapkan kalau hasil konser itu bakal dibukukan. Belum kepikiran sampai sini waktu itu. Tapi kita yakin kalau kita melakukan sesuatu hal yang besar, jadi setiap perjalanan itu harus didokumentasikan, sesempat mungkin," kata Ariel mewakili band-nya.

Untuk itu, Uki, gitaris NOAH mengatakan buku setebal 220 halaman itu dianggap bisa merepresentasikan apa yang telah dilakukan NOAH selama melakukan perjalanan sejauh 6.903 mil.

"Sangat capek untuk bisa mendapatkan rekor itu. Tapi dibuku ini semoga bisa merepresentasikan perjalan NOAH sejauh 6.903 mil. Buku ini ada semangatnya, sama kayak perjalan baru kami, jadi karena ini semangat baru, makanya nggak kerasa capek," timpal Uki dan Ariel.

Tidak seperti buku sebelumnya, meski ada tulisan bergaya catatan harian, perjalanan konser NOAH ini lebih banyak mendokumentasikan gambar, dimana perbandingan tulisan dan foto-foto perjalanan mereka dari persiapan, konser hingga selesai itu adalah 60 persen gambar dan sisanya tulisan perjalanan ke Hongkong (China), Melbourne (Australia), Kuala Lumpur (Malaysia), Singapura, dan Jakarta.

NOAH Segera Terbitkan Buku Ke Dua !

Noah Band sempat meluncurkan buku bertajuk Kisah Lainnya pada tahun 2012 lalu. Kali ini, band yang digawangi Ariel, David, Uki, Reza, dan Lukman ini akan kembali merilis buku kedua berjudul Noah Born To Make History: Di Balik Konser 2 Benua 5 Negara.
Bila pada buku sebelumnya Noah lebih banyak menceritakan perjalanan hidup mereka, di buku terbaru ini Noah ingin berbagi kisah dan pengalaman saat menjalani konser yang digelar pada 16 September 2012 lalu itu.
“Mengenai buku kedua, isinya kurang lebih fokus kepada perjalanan kita di 5 negara 2 benua,” ujar Ariel sang vokalis.
Dalam buku tersebut, Noah menuangkan berbagai pengalaman unik yang mungkin tidak diketahui oleh banyak orang. Kejadian-kejadian seperti kesulitan mendapatkan visa, bagaimana usaha David menjalani konser di tengah kesehatannya yang menurun, serta Ariel yang masih berstatus bebas bersyarat kala itu, semuanya akan ditulis dalam buku tersebut.
Menurut Noah, pengalaman yang mungkin saat itu dianggap menyusahkan, rupanya menjadi kenangan manis tersendiri bagi mereka saat ini. Band pelantun ‘Separuh Aku‘ inipun memberi bocoran bahwa buku kedua mereka itu akan lebih banyak menampilkan foto-foto daripada tulisan.
“Banyak kejadian tak terduga, dan bisa membuat tertawa bahkan nangis terharu,” kata Ariel lagi. “(Bukunya) memang lebih banyak foto daripada tulisannya.”

KISAH LAINYA




 

"Seaneh apapun kehidupan saya, saya tetap mensyukurinya, karena kehidupan itu sendiri sebenarnya adalah sebuah keajaiban. Bareskrim, Kebon Waru, adalah tempat mempersiapkan diri... .Kami akan meneruskan perjalanan." - Ariel

"Banyak sekali spekulasi yang mengatakan kalau band ini sudah tidak akan bisa jalan lagi.... Album Suara Lainnya adalah jawaban bagi mereka yang meragukan kami." - Uki 

"Saya banyak memahami soal keimanan, hubungan manusia dan Sang Khalik, dan hubungan dengan sesama manusia." - Lukman

 "Ketika mengantre di kasir, seorang perempuan paruh baya mengeluarkan kalimat tak senonoh tentang diri Ariel. Saya mencoba untuk tampak biasa-biasa saja. Istri saya langsung pergi." - Reza

 "Selama masa-masa sulit itu, dalam doa, saya sangat berharap nafas jiwa saya bisa kembali hidup." - David

1- Suatu Hari di Bulan Mei (Dari buku "Kisah Lainnya" Catatan 2010-2012)

1- Suatu Hari di Bulan Mei (Dari buku "Kisah Lainnya" Catatan 2010-2012)
Pada suatu malam di sekitar bulan Mei 2012, saya tengah berada dalam sebuah rapat untuk membicarakan rencana peluncuran album terbaru Peterpan. Hadir dalam rapat itu, antara lain, Mas Gumilang Ramadhan, salah satu directur Musica Studio's, Bang Budi Suratman, Manajer Peterpan, dan Reza, Drummer Peterpan. Personel lain tidak bisa ikut ambil bagian karena memiliki kesibukan lain yang tidak bisa ditinggalkan.

Rapat sedikit terganggu oleh bisikan Kindi, asisten pribadi saya. Wajahnya tampak serius saat membisikkan kabar ke telinga saya. Kabar yang mencuri sedikit konsentrasi saya. Saya menoleh ke arah Kindi, dan spontan berkata, "Ah, itu pasti hoax!" Kindi terdiam sebentar lalu meninggalkan saya.
Sayapun melanjutkan rapat dan argumentasi yg sempat terputus. Namun, setelah 20 menit, Kindi kembali menghampiri saya. Kali ini wajahnya lebih serius daripada sebelumnya. Tidak ada kata yg terucap kali ini. Dia hanya menyodorkan handphone-nya ke tangan saya, dan lewat mimik wajahnya mempersilakan saya untuk melihat layar handphone itu. Seketika suasana di kepala saya berubah.

Saya menjauh dari kebisingan rapat. Tempat itu ramai, tapi saya merasa sunyi.

Untuk beberapa saat saya merasakan nafas saya tertahan. Lalu saya merasakan kepala saya hendak meledak. Saya menarik nafas panjang dan membuangnya keras-keras hingga semua yang ikut rapat melihat ke arah saya.

Saya yakin, melihat wajah saya, peserta rapat langsung dapat menerka ada masalah sangat serius yang tengah saya hadapi. Saya sendiri juga melihat ada masalah besar di hadapan saya sejak malam itu.

Dalam hitungan hari, masalah yg saya hadapi itu menjadi percakapan semua orang, menjadi headline di media cetak dan elektronik, diberitakan hampir setiap jam oleh media online.

Pikiran saya makin kacau. Saya menghabiskan waktu di rumah, bertanya pada diri sendiri dan mencoba mencari jawaban atas semua yang terjadi. Berbagai pemikiran tentang banyak hal berputar di kepala saya. Otak saya bekerja sangat keras, berpacu dalam lingkaran dan tidak menemukan jalan keluar.

Sedikit saya memutar waktu, melamun, menyusuri kehidupan saya beberapa bulan kebelakang. Masa-masa dimana saya mengalami insomnia yang parah. Masa-masa saya banyak mengalami kekosongan jiwa, yang kadang hanya bisa tertolong dengan adanya kegiatan Peterpan atau bersama kekasih. Kehidupan saya nyaris tanpa tujuan.

Saya ingat, suatu waktu beberapa bulan sebelumnya, saya melakukan shalat dan berdo'a; hal yang jarang saya lakukan. Saya ingat berdo'a demikian: "Tuhan, jangan lupakan saya, jangan biarkan saya lepas tanpa arah."
Lalu, saya kembali ke hari ini.

Badan saya lemas, tidak mampu berdiri. Saya mencoba untuk hidup. Badan saya mencoba untuk tetap menjalani hari, namun ia berjalan seperti robot; sekedar makan dan minum. Terkadang saya hanya berbaring di lantai. Kata yang keluar dari mulut saya hanya pertanyaan: "Tuhan, tolong.... Apa gerangan yang terjadi?"

Pada hari-hari itu orang dekat saya mencoba mengajak saya untuk bertukar pikiran, baik untuk mencari solusi ataupun hanya sekedar meringankan beban. Ketika seorang teman menganjurkan saya untuk menghubungi pengacara, saya malah balik bertanya, "Pengacara? Mengapa saya membutuhkan pengacara?" Pertanyaan itu muncul karena sejauh ini gambaran yang ada di kepala saya adalah menunggu polisi menangkap orang yang telah dengan sengaja mengunggah data itu ke dunia maya.

Namun, pada pekan-pekan itu keadaan berubah-ubah tanpa arah dan berlangsung begitu cepat. Terlalu banyak intervensi, spekulasi, dan lain-lain di luar sana.

Akhirnya, saya memutuskan mengikuti saran untuk mendapatkan seorang pengacara. Seiring dengan keputusan itu, saya menjadi orang yang paling dicari aparat kepolisian. Paling tidak, selama dua hari terakhir, saya harus mencari tempat untuk menghilang sebelum akhirnya menyerahkan diri.

Selepas tengah malam, tanggal 23 Juni 2010, saya meninggalkan persembunyian, bergegas menuju lapangan parkir sebuah hotel di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan. Di sana sudah menunggu pengacara saya dan beberapa aparat kepolisian. Inilah keputusan saya; menyerahkan diri.

Sebelum saya menyerahkan diri, dua kali surat panggilan dari Barskrim (Badan Reserse dan Kriminal) Mabes Polri dialamatkan kepada saya. Dua kali pula saya memenuhi panggilan tersebut. Ketika memenuhi panggilan pertama, pada pertengahan Juni 2010, saya datang dengan kondisi kesehatan kurang prima. Suhu badan saya tinggi. Setelah diperiksa dokter, pemeriksaanpun dihentikan. Seminggu kemudian, saya kembali ke Barskrim untuk memenuhi panggilan yang kedua.

Lalu saya enerima kabar bahwa pihak berwajib akan menahan saya. Apa dasar penahanan tersebut? Saya maupun pengacara tidak mengetahui secara pasti. Karena itu, sebelum mendapatkan alasan sebenarnya, pengacara menyarankan saya untuk tiarap dulu, menjauhi sorotan publik.

Sepanjang dua hari dipersembunyian, sejumlah diskusi denga pengacara berlangsung. Berbagai hal dibahas, sejumlah alternatif ditimbang, termasuk konsekuensinya. Salah satu kekawatiran aparat berwajib untuk menahan saya juga dibahas waktu itu. Pihak kepolisian mengkawatirkan keselamatan saya, terutama karena ada pihak-pihak yang ingin mencari saya.

Selama di tempat persembunyian itu, saya melalu hari-hari yang penuh tekanan. Meski raga ini kelelahan dan mata bisa terpejam berjam-jam, pikiran tetap bekerja. Obat tidur akhirnya menjadi jalan keluar.

Saya sempat berdiskusi dengan seseorang yang bisa dibilang tokoh agama. Kami bercerita panjang lebar. Pembicaran kami menghasilkan pengertian yang baik dan juga menguatkan saya.

"Mari hadapi ini!" begitu kemudian yang ada di pikiran saya. Cukuplah semua pendapat dan pemikiran yang pernah saya dengar. Keadaan sudah semakin mendesak.

Saya coba mengumpulkan semua pikiran yang meringankan selama dalam perjalanan menuju titik rendezvouz di lapangan parkir hotel itu. Termasuk perkataan seseorang yang sempat menyejukkan. Dia bilang, "Paling hanya empat hari ditahan."

Kenyataannya, empat hari itu menjadi dua tahun satu bulan kurungan, atau lebih tepatnya 750 hari. Bila diingat-ingat, saya tesenyum dibuatnya.

Pertemuan dengan aparat kepolisian di lapangan parkir tadi hanya sebentar. Tak banyak yang terjadi saat saya berada di sana. Saya turun dari mobil yang membawa diri saya. Lantas saya mengambil waktu sebentar untuk memeluk erat-erat satu persatu orang-orang terdekat saya. Saya tahu, kami semua masih merasa berat dan masih menyimpan tanda tanya besar atas semua yang terjadi. Namun kami percaya dengan keputusan ini, sebagaimana saya percaya kepada rencana Tuhan, yang kadang sangat misterius.

 
Menjadi Tahanan Bareskrim
1- Suatu Hari di Bulan Mei (Dari buku "Kisah Lainnya" Catatan 2010-2012)
"Lalu kau injakkan kakimu untuk pertama kali di situ. Kau mencoba untuk tenang, namun jantungmu berdetak keras. Kau mencoba untuk normal, namun semua melihat wajahmu pucat. Mencoba menguatkan diri tapi tanganmu bergetar. Pukul 2 pagi ini, setelah hari yang menegangkan dan menguras semuanya, membuat badan dan pikiran berjalan tidak searah. Pikiranmu tidak lagi menguasai badanmu, dan badanmu enggan mengenali pikiranmu."
1- Suatu Hari di Bulan Mei (Dari buku "Kisah Lainnya" Catatan 2010-2012)
Setibanya di Bareskrim Mabes Polri, setelah menjalani sedikit pemeriksaan dan menandatangani beberapa berkas, berjalanlah saya menuju pintu masuk tahanan. Saya diantar seorang penyidik. Di titik ini, teman terdekat saya melepaskan pelukannya.
1- Suatu Hari di Bulan Mei (Dari buku "Kisah Lainnya" Catatan 2010-2012)
Saya melewati batas itu sambil menenteng tas berisi pakaian secukupnya. Tanpa melihat ke belakang, saya berjalan melewati puluhan orang yang memang sudah berada di sana. Beberapa dari mereka mulai berdiri, seakan menyambut kedatangan saya. Lalu terdengar ada yang menyanyikan sedikit lagu "Ada Apa Denganmu", diikuti tawa. Saya tersenyum ke arah mereka, dan merekapun tersenyum hangat. Sebuah momen pertama yang menenangkan.
To be Continue .........
 
Support : Noah Official Store | Facebook | Twitter
Copyright © 2011. Sahabat Banyuwangi - All Rights Reserved
Template Created by Aditya Bintang Published by Noah Official
Proudly powered by Blogger